Sabtu, 21 November 2009

cinta berkualitas


betapa indah sekali terdengar sebuah kata yang memiliki makna banyak dan luas itu,.
sampai rasanya hati tak mampu menampungnya hingga di dasar jiwa,..
ketika dengar kata itu,..seolah banyak kebahagiaan yang tersirat di dalamnya,..
meski bukan hanya kebahagiaan yang menyelimuti dan mewarnai sebuah "CINTA" pada kenyataannya,..
namun,..seharusnya,..cinta memang harus membuat kita bahagia bergulir dengannya,..
jangan sampai, cinta hanya membuat makna baru yang tidak enak terdengar di telinga d dan terasa di hati,..
sehingga seharusnya pula,..cinta dapat membawa kenikmatan yang hakiki untuk hidup dan mati kita,.
mari kita lihat bersama sebuah cinta yang penuh dengan kenikmatan,..yaitu cintanya seorang Abdullah Bin Jahsy yang ketika di tengah peperangannya melawan musuh Allah,.dengan penuh pengharapan cinta dari Allah,.beliau minta untuk dapat mati dalam keadaan dapat membunuh musuh Allah yang tangguh,kemudian setelah itu ingin kondisi tubuhnya terpotong-potong sebagai persembahan cintanya pada Allah,.dan Allah pun tak menolak cintanya,.Allah mengabulkan sgala doa dan pengharapannya,..
begitu juga dengan kisah Ali yang begitu jantan mencintai fatimah,..hingga Rasulullah memberikannya untuk seorang Ali,..

kalau kita amati,..ternyata kenikmatan mencintai itu seharusnya banyak berbuah kebahagiaan, bukan sebaliknya,..

ketika cinta tidak lagi membuahkan kebahagiaan, berarti cinta kita perlu dievaluasi kembali kualitasnya,..

atau,.cinta yang tidak membuahkan kebahagiaan adalah sebuah cinta yang kurang tepat,..sehingga membuat Allah cemburu dan membalikkan makna kebahagiaan akan sebuah cinta,..

cinta,..cinta,..dan cinta,..
semoga cinta kita adalah sebuah cinta yang berkualitas,.
sehingga akan membuahkan kenikmatan dan juga kebahagiaan hakiki untuk hidup dan mati kita,..

Sabtu, 10 Oktober 2009

KADERISASI ADALAH SEBUAH KENISCAYAAN

Belum hilang rasa kantuk dari mukanya, seorang yang biasa dipanggil ahmad itu bergegas menyiapkan berbagai perbekalannya karena harus mengisi halaqah di desa seberang yang jaraknya lumayan jauh. Dengan perjalanan sekitar 1 jam menuju tempat halaqahnya, ia harus menempuh jarak itu dengan menggunakan sepeda bututnya yang ia pakai sejak ia masih di SMP itu. Masih terasa nikmat Qiyamullailnya tadi malam dalam lantunan dzikirnya sambil menelusuri perjalanan indahnya menuju tempat halaqahnya.
Sambil menikmati pejalanan panjangnya, sesekali ia berfikir akan perjalanan panjang dakwah ini yang mungkin sangat lebih jauh lagi dari perjalanan yang ia lakukan saat ini. Ia melihat ada celah sejarah yang sangat besar dalam mencapai tujuan dakwah ini. Celah antara realitas umat hari ini dengan realitas umat yang ia impikan, masyarakat yang menjunjung tinggi nilai islam. Islam tumpuan kehidupan masyarakat, Al Qur’an menjadi pedoman, Rasulullah manjadi panutan hingga kenikmatan syahid menjadi cita-cita. Tetapi ia yakin bahwa satu batu bata yang akan ia bangun hari ini akan menambah kekuatan bangunan dakwah dimasa depan. Bismillah....

Ikhwah fillah rakhimakumullah, adakah cerita diatas nyata dalam kehidupan kader dakwah hari ini? Adakah? Hari ini kita dihadapkan pada berbabagi problematika dakwah. Hampir semua unsur pembangun dakwah hari ini belum cukup kokoh dan tangguh untuk membawa gerbong dakwah ini mencapai kemenangannya. Tentunya, kekokohan dan ketangguhan dari sebuah jamaah dakwah selalu dapat diukur dari kualitas dan kuantitas kader-kadernya. Oleh karena itu, pantaslah jika Rasulullah sendiri membangun dakwah ini dengan terlebih dahulu menciptakan kader-kader seperti abu bakar, utsman, umar dan ali. Pantas jika Ustadz Hasan Al Banna membangkitkan dakwah ini dengan menciptakan terlebih dahulu orang-orang seperti Sayyid Quthb, Hasan Al Hudaibi dan lainnya yang hingga kini merekalah yang terus memperjuangkan dakwah hingga akhir hayatnya.
Dari hal diatas, maka sudah seharusnya kita berkomitmen untuk membangkitkan dakwah dalam mewujudkan kejayaan umat ini dengan menciptakan kader-kader yang kokoh dan tangguh.

Minggu, 13 September 2009

ya Rabb

ya Allah aku hanya inginkan yang terbaik untuk semua itu,..
ujian yang Kau berikan di segala bidang kehidupanku,..
memang nyaris melumpuhkanku,..
namun, aku tau Kau inginkan aku untuk menjadi kuat setelahnya!!!

apa yang mampu aku berikan untuk semua perkara ini???
seandainya mampu aku lakukan semuanya dengan kapasitas hasil terbaik, akan aku berikan semua jiwa dan raga ini,..

seandainya aku bisa meminta hal yang sangat egois unuk diriku,..
aku ingin meminta lebih dulu untuk diriku,..
namun,.aku-pun tak sanggup meminta untuk kebahagiaan hatiku,..aku-pun atk mampu lakukan itu..

kenapa di saat aku yakin,..
justru banyak hal yang menjatuhkan keyakinanku,..

aku takut ya Rabb,..
aku takut aku menjadi manusia yang tak pandai bersyukur,..

betapa aku sangat merindukan masa-masa itu,..
masa-masa yang langkah ini tak pernah surut,.
langkah yang tak pernah mengeluhkan lelah,..
jiwa yang tak pernah menemui pasrah,..
hati yang terbebas dari luka,..

kemana?kemana harus kulepaskan sgala lara atas sgala amanah ini,..