Sabtu, 04 Desember 2010

ADHD

ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Gangguan ini telah terlihat sejak masa kanak-kanak, dan dapat dianalisa langsung oleh ahli perkembangan anak (psikolog). Gangguan ini berdampak pada cara anak berpikir, bertindak dan merasa.

PENYEBAB :
Hingga saat ini penyebab ADHD belum dapat dipastikan. Terdapat berbagai teori tentang penyebab ADHD, sebuah teori mengasumsikan konsumsi gula atau zat aditif yang berlebihan dalam makanan sebagai penyebabnya. Sedangkan teori yang lain menyatakan bahwa faktor genetis adalah penyebab utama.
ADHD dapat ditengarai sejak anak berusia sangat kecil. Pada bayi, gejala yang nampak, adalah:

• Terlalu banyak bergerak, sering menangis, dan pola tidurnya buruk
• Sulit makan/minum
• Selalu kehausan
• Cepat marah/sering mengalami temper tantrum

Pada anak balita, gejala ADHD yang kerap terlihat, adalah:

• Sulit berkonsentrasi/memiliki rentang konsentrasi yang sangat pendek
• Sangat aktif dan selalu bergerak
• Impulsif
• Cenderung penakut
• Memiliki daya ingat yang pendek
• Terlihat tidak percaya diri
• Memiliki masalah tidur dan sulit makan
• Sangat cerdas, namun prestasi belajar tidak prima.

Tidak semua anak yang mengalami ADHD terlihat memiliki gejala ini, karena sangat tergantung pada tingkat ADHD yang diidap.

Minggu, 21 November 2010

RISALAH IMAM SYAHID HASAN AL-BANNA

Adalah sebuah risalah masa lalu yang penuh kobaran semangat jihad, untuk
generasi hari ini yang tengah bergejolak dan dilanda kegelisahan…
Sebuah bekal hari ini yang sarat tuntutan,
Untuk masa depan yang penuh cahaya…
Wahai para pemuda,
Wahai mereka yang memiliki cita-cita luhur
Untuk membangun kehidupan…
Wahai kalian yang rindu akan kemenangan agama Allah…
Wahai semua yang turun ke medan,
Demi mempersembahkan nyawa di hadapan Tuhannya…
Disinilah petunjuk itu, di sinilah bimbingan...
Di sinilah hikmah itu, disinilah kebenaran…
Di sini kalian dapati keharuman pengorbanan
Dan kenikmatan jihad…
Bersegeralah bergabung dengan parede bisu…
Untuk bekerja di bawah panji penghulu para nabi…
Untuk menyatu dengan pasukan Ikhwanul Muslimin…
"Sehingga tidak ada lagi fitnah di muka bumi dan agama
seluruhnya milik Allah."


Ikhwanul Muslimin
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada
junjungan kita Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.
Kami ucapkan salam Islam, salam dari sisi Allah yang penuh berkah dan kebaikan,
"Assalaamu'Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh."
Wahai Ikhwanul Muslimin!
Wahai umat manusia seluruhnya.
Suara jeritan ini; yang berkumandang dari relung tragedi kemanusiaan yang getir
dan memilukan; yang lahir dari rahim kegelapan zaman ini, di arus kehidupan yang
memancar dari teriakan prihatin seluruh alam; yang dibawa oleh gelombang lembut
menyelusup ke berbagai penjuru kehidupan; yang dapat mematikan secara mengejutkan
segala impian, janji-janji, dan fenomena yang menipu serta penuh kepalsuan;
Mendorong kita untuk terjun dengan dakwah ini…
dakwah yang tenang, namun lebih gemuruh
dari tiupan angin topan yang menderu…
dakwah yang rendah hati, namun lebih perkasa
dari keangkuhan gunung yang menjulang…
dakwah yang terbatas, namun jangkauannya
lebih luas dari belahan bumi seluruhnya…
Ia sepi dari prilaku yang menipu, dan gemerlap yang penuh dusta. Sebaliknya, ia
dikemas oleh keagungan hakikat, keindahan wahyu, dan pemeliharaan Allah.
Ia bersih dari berbagai kerakusan nafsu dan kepentuingan pribadi. Oleh karenanya,
ia mampu melahirkan putra-putra generasi yang percaya padanya dan tulus bekerja
untuknya; yang memandu tertegaknya bangunan di bawah naungan dakwah yang
pertama…
Wahai Ikhwanul Muslimin!
Wahai manusia seluruhnya.
Dangarlah suaranya yang bergemuruh, yang disambut oleh seruan para da'i
setelahnya sebagaimana teriakan dakwah sebelumnya;
"Wahai yang berselimut, bangun dan berilah peringatran. Dan Tuhanmu maka
agungkanlah."
Bersamaan dengan itu berkumandang pula firman-Nya,
"Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan
(kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik." (Al-Hijr: 94)
Dan wahyu senantiasa menyeru seluruh umat manusia dengan seruan,
"Katakanlah, 'Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu
semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; Tidak ada Tuhan selain
Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, 'maka berimanlah kepada Allah dan kepada
kalimat-kalimat-Nya (Kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat
petunjuk," (Al-A'raf: 158)
Di mana posisi kita berhadapan pesan-pesan Islam ini?
Wahai Ikhwanul Muslimin!
Wahai manusia seluruhnya.
Sesungguhnya Allah swt. telah membangkitkan untukmu seorang pemimpin, telah
menggariskan bagimu aturan, telah menjelaskan kepadamu hukum-hukum, menurunkan
untukmu sebuah Kitab, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram,
membimbingmu menuju kebaikan dan kebahagiaan, serta menunjukimu ke jalan yang
lurus. Adakah kamu telah mengikuti pemimpin itu, kamu hormati aturannya, kamu
praktekkan hukum-hukumnya, dan kamu sakralkan Kitab yang dibawanya? Sudahkah
kamu halalkan yang ia halalkan dan kamu haramkan yang ia haramkan?
Berterus teranglah menjawab pertanyaan tersebut, niscaya akan kamu jumpai
hakekat yang jelas dihadapanmu.
Seluruh aturan yang engkau jadikan pijakan dalam setiap urusan hidupmu adalah
aturan buatan manusia belaka; yang tidak ada hubungannya dengan Islam; tidak digali
dari sumber nilai Islam dan tidak pula disandarkan kepadanya.
Undang-undang yang mengatur urusan dalam negerimu, peraturan yang mengatur
hubungan negaramu dengan negara lain (baik bilateral maupun multilateral), undangundang
peradilan, undang-undang pertahanan keamanan dan militer, sistem ekonomi
(baik menyangkut ekonomi negera maupun personal), sistem pendidikan, bahkan
undang-undang perkawinan dan kerumahtanggaan serta sistem perilaku personal, juga
mentalitas umum para pejabat dan rakyat serta berbagai fenomena kehidupan yang
dilahirkannya, semua itu adalah sistem dan undang-undang yang jauh dari nilai-nilai
Islam.

KEPADA PARA PEMUDA DAN SECARA KHUSUS KEPADA PARA MAHASISWA

Bismillahirrahmanirrrahim
"Katakanlah, 'Sesunguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja,
yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri,
kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikit pun pada
kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum
(menghadapi) adzab yang keras.' Katakanlah, 'Upah apapun yang aku minta kepadamu,
maka itu untuk kamu. Upahku hanyalah dari Allah. Dan Dia Maha Mengetahui segala
sesuatu.' Katakanlah, 'Sesungguhnya Tuhanku mewahyukan kebenaran. Dia Maha
Mengetahui segala yang ghaib.' Katakanlah.'Kebenaran telah datang dan yang batil itu
tidak akan memulai dan tidak pula akan mengulangi.'Katakanlah, 'Jika aku sesat maka
sesunggunya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri, dan jika aku mendapatkan
petunjuk, maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku.
Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Mahadekat." (Saba': 46-50)
Wahai pemuda!
Saya panjatkan puji ke hadirat Allah, yang tiada Tuhan melainkan Dia. Semoga
sholawat dan salam tetap tercurah kepada Muhammad, Imam para pembaru dan penghulu
para mujahid; keluarga; sahabat; dan para tabi'in.
Wahai pemuda!
Sesungguhnya, sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat
rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalannya, semakin bersemangat
dalam merealisasikannya, dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam
mewujudkannya. Sepertinya keempat rukun ini, yakni iman, ikhlas, semangat, dana amal
merupakan karekter yang melekat pada diri pemuda, karena sesungguhnya dasar
keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa,
dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang
kuat. Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda.
Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar
kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam
setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya.
"Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan
mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk." (Al-Kahfi: 13)
Beranjak dari sini, sesungguhnya banyak kewajiban kalian, besar tanggung jawab
kalian, semakin berlipat hak-hak umat yang harus kalian tunaikan, dan semakin berat
amanat yang terpikul di pundak kalian. Kalian harus berpikir panjang, banyak beramal,
bijak dalam menentukan sikap, maju untuk menjadi penyelamat, dan hendaklah kalian
mampu menunaikan hak-hak umat ini dengan sempurna.
Ada di antara pemuda yang tumbuh dalam situasi bangsa yang dingin dan tenang,
di mana kekuasaan pemerintah telah tertanam kuat dan kemakmuran telah dirasakan oleh
warganya. Sehingga pemuda yang tumbuh dalam suasana ini aktifitasnya lebih banyak
tertuju kepada dirinya sendiri daripada untuk umatnya. Dia pun kemudian cendrung
main-main dan berhura-hura karena meresa tenang jiwanya dan lega hatinya.
Ada juga pemuda tumbuh dalam suasana bangsa yang keras dan bergejolak, di
mana bangsa itu sedang dikuasai oleh lawannya dan dalam semua urusan diperbudak oleh
musuhnya. Bangsa ini berjuang semampunya untuk mengembalikan hak yang dirampas,
tanah air yang terjajah, dan kebebasan, kemuliaan, sarta nilai-nilai agung yang hilang.
Saat itulah kewajiban mendasar bagi pemuda yang tumbuh dalam situasi seperti ini
adalah berbuat untuk bangsanya lebih banyak dari pada berbuat untuk dirinya sendiri.
Jika ia lakukan hal itu, ia akan beruntung dengan mendapatkan kebaikan segera di medan
kemenangan dan kebaikan -yang tertunda- berupa pahala dari Allah swt.
Barangkali, merupakkan suatu keberuntungan bagi kita bahwa kita termasuk
pemuda kelompok kedua (yang dibesarkan dalam situasi keras dan bergejolak). Oleh
karena itu, kedua mata kita pun terbuka di hadapan sebuah umat yang terus berjihad dan
berjuang untuk mendapatkan hak dan kebebasannya. Bersiap-siaplah wahai para tokoh!
Sungguh, alangkah dekatnya kemenangan bagi kaum mukminin dan alangkah besarnya
keberuntungan bagi para aktifis yang tak hanti berjuang.
Wahai pemuda!
Barangkali ancaman yang cukup berbahaya pada bangsa yang mau bangkit -dan
kita sekarang di fajar kebangkitan- adalah munculnya beragam isme, banyaknya seruanseruan,
warna-warninya manhaj, perbedaan dalam penetapan strategi dan sarana
perjuangan, dan tidak sedikitnya orang yang berambisi untuk menjadi pemimpin dan
penguasa. Berawal dari sini, maka studi perbandingan terhadap isme-isme menjadi amat
penting bagi siapa saja yang menginginkan perbaikan.
Dari sini pula, maka kewajiban saya adalah menerangkan kepada kalian dengan ringkas
dan jelas dakwah Islam pada abad keempat belas hijriyah.