Minggu, 21 November 2010

Lagu Daerah Indonesia Bergema di Berlin

Metrotvnews.com, London: Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad), yang membawakan lagu "O Ina Ni Keke" dan "Yamko Rambe Yamko", tampil memukau dan mendapat sambutan hangat dari penonton Konser Budaya Indonesia di Berlin.

Konser yang bertema "A Night of Thousand Enchantments" yang digelar di Museum Ethnology, Berlin, pada Jumat (29/10) menarik minat lebih 250 orang dari berbagai kalangan di kota Jerman itu.

Di antara penonton adalah para duta besar dan perwakilan kedubes asing, kalangan pemerintah, pengusaha, operator wisata, media, akademisi dan sahabat-sahabat Indonesia.

Para penonton memadati salah satu museum kebanggaan masyarakat Jerman, yang merupakan museum ethnologi terbesar di dunia.

Counsellor KBRI Berlin Agus Priono dalam keterangannya yang diterima ANTARA News mengatakan sampai berakhirnya acara yang berlangsung dua jam, para penonton tidak beranjak dari tempat duduknya.

Menurut dia, mereka tetap memadati gedung pertunjukan tersebut bahkan meneriakkan "zu gabe" (lagi) berkali-kali untuk meminta tambahan penampilan.

Penonton diajak seolah-olah melanglang buana ke Indonesia dengan penampilan berbagai lagu dari nusantara seperti Sin-Sin Sibatu Manikam (Tapanuli), Soleram (Riau), O Ina Ni Keke (Sulawesi Utara), Ilir-Ilir Pangkur (Yogyakarta), Luk Luk Lumbu (Banyuwangi), Janger, Yamko Rambe Yamko (Papua), Musik Bubuka (Jabar), Percoma (Jabar) Beca (Jabar) dan Zamrud Khatulistiwa.

Selain alunan paduan suara yang sangat apik dan menarik, gerakan paduan suara yang terdiri dari 41 orang tersebut terlihat sangat kompak. Mereka juga menampilkan tari saman, musik angklung dan kolaborasi dengan musik gamelan KBRI Berlin "Puspa Kencana".

Suasana bertambah semarak, ketika para dubes dan perwakilan kedubes asing yang hadir pada malam itu ikut memainkan musik angklung interaktif bersama-sama dengan PSM Unpad.

Promosi budaya di Berlin itu sekaligus sebagai pemanasan sebelum mereka mengikuti kompetisi internasional "24th Praga Cantat" yang diikuti oleh berbagai paduan suara dunia di Praha pada 29 Oktober hingga 1 Nopember.

Dubes RI untuk Republik Federal Jerman, Eddy Pratomo, menyatakan rasa bangga atas kegiatan diplomasi budaya yang dilakukan Tim PSM Unpad yang merupakan bagian dari kegiatan "second track diplomacy" . (Ant/ICH)

Sabtu, 20 November 2010

PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN PRA SEKOLAH

Anak dalam proses perkembangannya menuju kepada kedewasaan memerlukan perhatian dari kaum pendidik, hal ini dimaksudkan untuk memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan anak agar ia tumbuh menjadi manusia mandiri.

Setiap perkembangan manusia bukan dimulai dari perkembangan “aku” tetapi dari “kita” (undifferentiated), karena diasuh oleh dan bergantung kepada manusia yang lain. Karena adanya manusia lain itulah, manusia berkembang. Sosialisasi dimulai dengan adaptasi terhadap lingkungannya yang merupakan suatu ikatan yang esensial untuk eksistensi psikisnya. Society lives through him, dan setiap diri terwujud melalui lingkungannya. Perkembangan sosial seseorang adalah perjuangannya untuk menjadi suatu identitas dengan hak-hak dan kewajibannya dalam mempertahankan dan menyatakan dirinya.
Manusia belajar, tumbuh, dan berkembang dari pengalaman yang diperolehnya melalui kehidupan keluarga, untuk sampai pada penemuan bagaimana ia menempatkan dirinya ke dalam keseluruhan kehidupan. Pendidikan anak sangat penting dimulai dari lingkungan keluarga karena dari rumahlah ditumbuhkan rasa kepedulian, kesadaran, dan pengertian dasar tentang totalitas lingkungan. Dari sinilah orang tua harus belajar memahami setiap pertumbuhan anak agar sesuai dengan kebutuhan si anak.
Diperlukan sensitivitas dari orang tua terhadap berbagai ciri serta perubahan fisik dan mental yang terjadi pada umur anak, terutama yang berkenaan dengan segi emosionalnya. Maslow menyebutkan bahwa kebutuhan biologis (sandang, pangan, papan) serta kebutuhan psikologis (rasa aman, self esteem, dan kasih sayang) harus terpenuhi untuk mewujudkan aktualisasi dari potensinya.
Interaksi dalam lingkungan keluarga ikut menentukan arah dari perkembangan anak, yaitu peluang keserasian belajar pada setiap masa peka. Contoh pada bayi umur 0-2 tahun : kepekaan utama terletak pada latihan alat indera, motorik dan perluasan perkembangan bahasanya. Setiap pengalaman langsung dihayatinya sebagai pengalaman yang amat mendalam (peak experience), dan sangat berpengaruh terhadap kesan dan sikap kehidupan anak kelak (terutama pada umur 3-5 tahun), yaitu suatu penyesuaian diri yang bersikap aktif dan selektif.
Perlu diingat bahwa setiap anak lahir dengan bakat, potensi, kemampuan, talenta serta sikap dan sifat yang berbeda. Karenanya potensi anak yang sangat beragam dalam berbagai bidang dengan berbagai taraf dan jenis inteligensi, yang dibesarkan pula dalam berbagai kondisi ekonomi, sosial, psikologis, budaya, serta alam biologis yang berbeda, harus diupayakan dipenuhi kebutuhannya oleh keluarga agar bimbingannya terjadi sesuai dengan taraf perkembangan anak (developmentally appropriate practice).
Pendidikan keluarga adalah wahana yang mendasar untuk meningkatkan bentuk yang lebih harmonis dari perkembangan manusia. Oleh karenanya, selayaknya kehidupan keluarga menjadi kepedulian semua pihak, pemerintah dan masyarakat. Kesadaran tentang hal ini akan membawa kehidupan masyarakat kepada suatu taraf yang menjadikan keluarga pilar yang menentukan bagi kemajuan umatnya. (disadur dari buku “Penerapan Pembelajaran Pada Anak” Conny R. Semiawan)

IDEALNYA SEORANG PEMUDA

Ia pribadi yang muslim,berhati emas,berpotensi prima..
Yang di kala damai anggun
Petaka kijang dari padang perburuan
Yang dikala perang perkasa bak harimau kumbang.
Ia perpaduan manisnya empedu
Satu kali dengan kawan,lain kali dengan lawan
Yang lembut dalam berbahasa, yang teguh membawa suluh
Angannya sederhana, cintanya mulia
Tinggi vitalitas dalam was-was, tinggi budi, rendah hati
Ia lah sutera halus di tengah sahabat tulus
Ia lah baja, ditentangnya musuh durhaka
Ia ibarat gerimis atau embun tiris,
Yang memekarkan bunga-bunga
Yang melambaikan tangkai-tangkai
Ia juga topan beliung
Yang melemparkan ombak menggunung
Yang menggoncangkan laut ke relung-relung
Ia lah gemericik air ditaman sari, asri
Ia juga penumbang segala belantara, segala sahara
Ia lah pertautan agung iman Abu Bakar,
Perkasa Ali
Papa Abu Dzar
Teguhnya Salman
Mendirinya di tengah massa yang bergoyang
Ibarat lentera ulama di tengah gulita sahara
Ia pilih Syahid Fisabilillah
Atas segala kursi dan upeti
Ia menuju bintang, menggapai malaikat
Ia tentang tindak kufur, pola aniaya , dimana saja
Maka nilainya pun membumbung tinggi
HARGANYA SEMAKIN TAK TERPERI
Maka siapakah yang akan sanggup membelinya,
KECUALI RABB-nya...



*syair karya pujangga besar "Muhammad Iqbal"
Semoga bisa menjadi renungan kita bersama untuk lebih meningkatkan kualitas ketaqwaan dan keimanan..